JALAN-JALAN KE KALIMANTAN TIMUR

Pada Januari 2008, kami bersama 28 guru SMAN di Bandung mengadakan kunjungan ke Kalimantan Timur. Saat sebelum Mendarat Subhanallah kami terkagum-kagum dengan begitu cantiknya laut  yang terhampar dibawah pesawat kami. Setibanya di Bandara Sepinggan, kami semua di sambut oleh kakak kami Tercinta dan kami dijemput tuk menuju ke penginapan yang juga telah disediakan oleh kakak Kami di Telaga Mas Sepinggan Balikpapan.

Setibanya di penginapan(rumah Kakakq), kami Cuma meletakkan tas dan perbekalan, setelah itu kami menuju ke PT PERTAMINA, di Banua Patra, karena kami pun Alhamdulillah telah ditunggu oleh beberapa Staff dari PT PERTAMINA, banyak hal yang kami dapatkan tentang perminyakkan di NEGERI Kita. Karena Azan buat Sholat Jum’at  sudah berkumandang, maka kami segera bergegas menuju ke Mesjid Istiqomah yang terdapat di sebrang Banua Patra. Alhamdulillah setelah kami melaksanakan kewajiban Kami kepada ALLAH SWT, dan setelah mengisi perut kami yang juga sudah berteriak-teriak minta di isi, maka kami dengan menggunakan taxi(angkot), kami menuju ke Kebun Sayur, Wow alangkah senangnya teman-teman , mereka rasanya ingin memborong semua batu-batu perhiasan, kalung, cincin, gelang, manik-manik, lampit, sasirangan dan batik dayak  serta semua yang ada di pasar kebun sayur.

Ternyata hari itu perjalanan kami pun masih berlanjut ke DISDIK Kota Balikpapan, dengan bertemu teman-teman Kepala Sekolah dan guru-guru dari SMAN Balikpapan, kami bisa saling sharing tentang banyak hal antara Bandung dan Balikpapan.

E…e..e ternyata di malam hari pun Kota Balikpapan ada tempat yang cukup bagus untuk dinikmati sambil menikmati ronde, jagung dan makanan lainnya, kami diterpa semilir angin laut di MELAWAI .Setelah cukup puas, hari pertama di Balikpapan cukup mengasyikkan dan melelahkan, maka pulanglah kami ke Penginapan.

            Esok harinya dikala matahari telah terbit, kami melihat dari penginapan kami hamparan laut yang terbentang luas , dan terdengar deburan ombak yang membuat hati kami tuk mencapai ketepian pantai. Akhirnya berangkatlah kami, cukup dengan berjalan kaki, kami sudah tiba di pantai, dan kami menyusuri jembatan yang menjorok agak  ke tengah laut, sehingga kami bias lebih merasakan sensasi angin di laut, serta deburan ombak yang begitu indah dan memukau. Selang beberapa Saat Alhamdulillah kami dijemput oleh teman-teman dari staff Dinas Pariwisata Balikpapan. Terimakasih Bapak-bapak dan Ibu-ibu, yang telah mengantarkan kami ke tempat rehabilitasi ORANG UTAN & BERUANG MADU di Samboja, kami semua bisa turut menanam, di Hutan Samboja, dan setiap pohon tercantum nama setiap yang menanamnya. Sungguh-sungguh pengalaman yang sangat mengasyikkan dan tak terlupakan. Perjalanan lalu kami lanjutkan ke Tenggarong(Kutai Kartanegara), wah-wah teman-temanku terkagum-kagum begitu melihat sungai yang sangat luas dan lebar seperti laut, dan sepanjang sungai terdapat ponton-ponton yang sedang terisi BatuBara, namun muncul di benak kami, akan dikemanakan sebegitu banyaknya BATUBARA         ?Setibanya di Tenggarong, kami disambut di Planetarium Tenggarong, wow begitu bagusnya Planetarium yang tersedia di Kota ini, tak kalah bagusnya dengan Planetarium yang ada di Jakarta dan di AAL Surabaya, terimakasih Bapak-Ibu pimpinan serta staff Planetarium Tenggarong yang telah menerima kami dengan ramahnya, walaupun ,kami telah menyita waktu Bapak-Ibu, karena kami tibanya di Planetarium sudah mendekati sore hari. Dari Tenggarong, dengan melintasi jembatam MAHAKAM 2, kami menuju ke Samarinda, lalu menuju Citra Niaga tuk memborong seperti yang kami beli di Kebun Sayur. Di Samarinda juga kami memborong amplang, kuku macan, ilat sapi, kue kemiri dan banyak lagi, sambil kami menikmati durian dan lai di sepanjang sungai Mahakam di Teluk Lerong, wah-wah nikmat banget, karena hari itu sudah menjelang malam, walaupun kami sudah lelah namun terobati dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Setelah puas di Samarinda, maka perjalanan pulang ke Balikpapan kami lanjutkan dengan melintasi jembatan MAHAKAM 1, akhirnya kami tiba di Balikpapan pukul 12 malam. A ha, perjalanan yang padat, namun mengesankan.

Esok hari kami sudah siap-siap untuk pulang ke Bandung, namun teman-temanku masih belum puas berbelanja, akhirnya mereka menyempatkan diri lagi buat berbelanja oleh-oleh di Kebun Sayur, dan tak lupa kami juga menyempatkan diri belanja Kepiting,Udang dan Ikan Asin di Pasar Baru. Benar-benar perjalanan yang cukup padat, penuh makna dan berarti bagi wawasan kami.

Terimakasih kakakku yang baik, Kak Uci,Kak Iwan, Kak Ice,semua teman Guru SMA di Balikpapan, Staff Pariwisata, Staff PT Pertamina, Staff rehabilitasi Orang Utan Samboja, Staff Planetarium Tenggarong, semoga ALLAH SWT, membalas semua amal baik kalian, amiin.

Kapan kami ke Kalimantan lagi ya, banyak teman kami minta, namun kapannya ada kesempatan transportasi murah lagi?

  INFORMASI  WISATA DI PULAU  BATAM  PROP. KEPRI

 

Alhamdulillah pada bulan mei 2009 kami 26 orang guru SMA dari beberapa SMAN di Bandung mengadakan perjalanan ke Batam. Setibanya kami di Batam, kami disambut oleh sahabat kami (kami menyebutnya mama DINA, karena putrinya bernama DINA )Beliaulah yang membantu kami dalam hal transportasi di Batam.

Dari Airport, kami menuju ke Hotel Laksana IIN, Alhamdulillah hotel yang kami tempati ini ternyata relatif murah dan bersih, dan selalu tersedia air minum panas &dingin.Yang penting lagi si empunya hotel orangnya sudah tua, Namun baik dan ramah, begitu juga yang bekerja disana. Petugas-petugas baik di hotel, maupun di restorannya semua ramah. Dan nampaknya hotel ini menerapkan prinsip kekeluargaan, jadi tidak begitu penuh perhitungan dalam hal sarapan dan berbagai akomodasi yang ada di hotel.

Kami di antar dan jemput ke pelabuhan dengan gratis saat kami akan dan dari berkunjung ke Singapore.

Hotel ini terletak di Nagoya yang Sangat strategis, karena di kelilingi oleh beberapa mall.

Kami pun dibantu oleh teman guru di Batam, sehingga kami bisa makan yang enak dan murah, dengan catering di rumah makan Padang Sawaty.

Selama di Batam kami Alhamdulillah bisa city Tour dengan gratis, karena dipinjami mobil dari Dinas Pariwisata, terimakasih Bapak-bapak di Dinas Pariwisata yang membantu kami selama 1 hari penuh untuk city Tour di Batam. Kami disana berkunjung di SMAN 1 Batam, SMAN yang bagus dan guru-gurunya Sangat ramah, nampaknya SMAN 1 menerapkan disiplin yang bagus dan bersahaja karena dipimpin oleh seorang Ibu Kepala Sekolah dan para wakaseknya pun ternyata Ibu-ibu juga, kami Bangga ternyata cita-cita Ibu Kartini benar-benar terwujud disini.

Kami pun dapat berkunjung ke PT UNISEM, yang Sangat bermanfaat tuk menambah wawasan kami selaku guru Física, terimakasih saudara kami(Emi)

Kami juga sempat 1 hari berkunjung ke Singapore dengan naik Ferry bolak-balik Batam-Singapore-Batam.Dengan ongkos yang relatif murah, tapi membuat pengalaman yang mengesankan bagi Kami yang jauh dari laut.

Kami pun berkeliling ke pulau Galang, tuk melihat peninggalan manusia perahu, serta ke kebun buah naga. Dan tak lupa kami menikmati nikmatnya udang goreng, kepiting goreng, Es Kelapa muda dan buah naga di sepanjang jalan dekat jembatan Barelang, Kami pun berfoto ria bersama di atas Jembatan Barelang yang menghubungkan 5 pulau di Batam, dan Kami Bangga dengan Negeri Kami Indonesia yang begitu indah& Kaya. 4 hari Belum membuat kami puas berjalan-jalan di Batam. Semoga ada waktu lagi, sehingga ada cerita lagi buat anak didik kami di Bandung.

Kapan ya kami sampai lagi di Barelang?

Di BATAM

Akhirnya diluncurkan juga permainan pertama dari Ocarina.  Walaupun tidak setinggi yang di Ancol ataupun Singapore, Giant Whele ini cukup tinggi untuk bisa dinikmati warga batam yang haus hiburan.  Harganya murah, cuma Rp. 15,000.- sekali naik.  Kononnya dalam waktu satu minggu dibuka, sudah mendapatkan 1000 member masuk a

rea hiburan seperti ancol ini.  Mudah-mudah permainan lainnya segera menyusul seperti water boom dan entah apalagi.

DiBatam juga ada puncak pas seperti di puncaknya Jakarta.  Bedanya puncak pas di batam udaranya tidak dingin.  Yang saya maksud adalah lokasi pas diatas puncak dari pelita/simpang jam menuju Batu Ampar.  Itu loh di atas jalan yang banyak jualan rujak di tepi jalan.  Ya, istilah baru dari saya.

Di areal ini ada beberapa restoran. Ada resto Padang, Tahu Sumedang dan warung-warung kecil.  Atas rekomendasi teman saya, akhirnya saya makan siang bersama 3 orang teman.  Desain tempat lumayan, dengan view ke belakang kota batam (nagoya-jodoh).  Akan sangat indah di malam hari dengan lampu berkilau.  Sayangnya tempat duduk lesehan di batasi dinding tanggung yang kalau kita duduk akan sulit untuk melihat pemandangannya.  Juga lesehan tidak diberikan meja kecil, sehingga akan menunduk cukup dalam untuk mengambil makanan dari lantai.

Kami berempat sempat kaget dengan tagihan Rp. 140,000 untuk makan siang!  Well di menu tidak dicantumkan harga, begitu juga di tagihan dengan coretan kertas.  hem… perlu banyak perbaikan sistem untuk kenyamanan pengunjung.  Setelah di telaah, kayaknya cukup wajar harganya karena 2 orang teman saya memesan ayam goreng kampung plus lalapan dengan minum degan (kelapa muda) dan jus.  Saya dan teman satu lagi pesan Ikan Nila Goreng plus lalapan.

Kalau mau hemat dan berduduk santai, pilihlan makan cemilan dan jangan lupa “tanyakan dulu harganya” biar aman.

  • Rasa : 8.0
  • Harga : Rp. 25,000 ~ Rp. 35,000.- per orang
  • Suasana : 8.0
  • Lokasi : Puncak Pas
  • Nilai secara keseluruhan : 8.0

KAMPONG INDONESIA

Kampong Indonesia merupakan area food court dimana di dalammya tersedia aneka masakan dari seluruh daerah di Indonesia, diharapkan Kampong Indonesia ini akan menjadi pusat makanan “selera nusantara” yang pertama dan satu-satunya di kota Batam.

Namun, bukan berarti seluruh masakan dapat mengisi tempat di Kampong Indonesia, hanya masakan Indonesia yang benar benar popular dan memiliki “taste” yang mudah diterima oleh masyarakat banyak yang akan dijajakan di tempat ini. 

Kampong Indonesia dibuat, dengan dasar pemikiran bahwa Batam adalah daerah yang penduduknya sangat beragam, baik dilihat dari daerah asal maupun dari suku bangsa. Selain itu, letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura, menjadikanBatam sebagai salah satu tempat yang jumlah kunjungan wisatawannya cukup tinggi setelah Bali dan Jakarta.

Untuk itu, dengan adanya Kampong Indonesia ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan “selera” makanan dari masyarakat Batam yang beraneka suku bangsa, dan dapat pula dijadikan sebagai tempat “wisata kuliner” bagi para wisatawan yang sedang berwisata ke Batam.

Letak            :    500 m dari pintu masuk/gerbang.

Penempatan        :    di sebelah kanan jalan utama, diatas laut.

Luas keseluruhan    :    2966 m2

Luas bangunan        :     400 m2

Luas area tamu        :    2566 m2

Setiap malam minggu saya biasanya makan di luar rumah untuk mendapatkan suasana lain bersama keluarga. Kali ini kami mampir di “Sari Laut Jagad SBY” emperan sebelah Lippo Bank, Nagoya. Tempat ini cukup strategis dan ramai dikunjungi. Apa hebatnya mereka? Setelah dua kali makan di tempat ini saya berkesimpulan tiga pnyebab kesusksesannya menjadi ramai. Pertama karena lokasi yang memang cukup ramai lalu-lintasnya, terutama yang keluar masuk ke Nagoya Hill. Kedua karena penyajian yang super cepat. Apapun yang di “order” hanya dalam 5 menit sudah tersedia. Ini disebabkan pengaturan kerja yang baik dan jumlah pelayan yang banyak. Terakhir, karena harganya juga super murah.

Seperti penjual emperan sari laut lainnya, Sari Laut Jagad SBY menyediakan Kerang Rebus, Udah, Cumi, Pecel Lele, Sayur Kankung, Petai dan Soto. Favorit keluarga saya disini adalah kerang goreng dan pecel lele.

  • Rasa : 8.0
  • Harga : Rp.15,000 ~ Rp. 35,000.- per orang
  • Suasana : 7.0
  • Lokasi : Nagoya, samping Lippo Bank
  • Nilai secara keseluruhan : 7.5

Di Batam Ada apa ya? Pertanyaan ini lagi yang muncul kalau ada turis lokal ataupun international mampir ke Batam. Ngak banyak memang, dan hampir-hampir tak bisa menyebut lebih dari 5. Paling-paling Barelang dengan pantai melur dan jembatan, Vihara besar, Jodoh dan Nagoya dengan tidak ada keistimewaan apa-apa. Barang yang dijual sama dengan daerah lain kecuali minyak wangi, tas import yang katanya lebih murah dari daerah lain.

Ini sekedar ide untuk memperkaya lokasi kunjungan wisata dengan biaya murah, cukup dengan gerakan awal oleh inisiator dalam hal ini pemko. Pemko melalui team VisitiBatam bisa mencanangkan, menyediakan tempat bermain layang-layang umum di engku putri misalnya dengan memberikan subsidi penjualan layang-layang beraneka ragam. Buatkan kios penjualan layang-layangan dan barang seni Melayu ataupun barang seni yogya dan bali. Tidak hanya di tujukan kepada turis, kegiatan sore, tiap hari ini bisa dinikmati warga Batam yang haus hiburan. Justru dengan pancingan awal dan ramainya pemaian layangan local akan menjadi pemandangan indah dan seru. Turis akan terpancing mengikuti dan terhibur.

Otak-otak termasuk makanan tradisional orang Kepri (Bintan, Batam, Karimun, Tarempa). Tidak seperti otak-otak yang ada di Palembang atau Jakarta yang berwana putih dibungkus dengan daun kelapa. Otak-otak Batam terbuat dari ikan dan cumi yang saus sambalnya sekaligus diaduk sehingga warnanya menjadi kecoklat-coklatan. Pembungkusnya terbuat dari daun kelapa, lalu dipanggang seperti gambar diatas.

Harga otak-otak berkisar dari seribu sampai dengan seribu lima ratus. Di Tanjung Pinang-Bintan, otak-otak banyak dijual di sekitar pintu masuk pelabuhan menuju Batam. Di Batam, otak-otak bisa dijumpai direstoran seperti Yongki di batam center dan Nagoya. Sayang sekali, belum ada yang berinisiatif untuk memulai bisnis otak-otak secara serius, padahal otak-otak berpotensi menjadi ciri khas oleh-oleh dari batam. Siapa yang mau mulai?

Seperti tiap-tiap tahunnya, pedagang dadakan akan muncul beramai-ramai untuk berjualan jajanan puasa di Nagoya. Tepatnya di depan toko handphone pico communication atau Golden teleshop. Jalanan yang biasanya sepi mendadak selama sebulan penuh orang dari jam tiga sore sampai jam tujuh malam. Pembeli seolah berebutan jatah makanan gratis, padalah beli. Senang juga melihat pemandangan seperti ini. Walaupun tidak puasa, kalau mampir ke tempat ini, mata jadi liar, semuanya kelihatan eunak dan berselera. Akhirnya jadi ikutan jajan.

Lihat kiri-lihat kanan, ternyata yang jajan memang bukan hanya dari kalangan umat muslim yang berpuasa. Banyak orang berkulit putih langsat, mata sipit ikutan ngatri beli jajanan. Baguslah. Mestinya kejadian ini tidak hanya di bulan puasa, tapi tiap hari dan menjadi icon pasar malam di Batam. Akan sangat menarik, dan akan tetap ramai pengunjung local maupun turis lokal yang kebetulan sedang nginap di Batam. Hotelpun akan sangat senang berpartisipasi dengan bangga memberikan opsi wisata belanja tradisional. Barang kali bisa dimulai di Jodoh Boulevard yang baru jadi

Satu-satunya toko yang khusus menjual benda yang terbuat dari Crystal di Batam hanya toko Sinar Bulan di Nagoya. Toko dipadati barang crystal dari yang murah hingga yang mahal. Ada yang berbentuk asbak, bunga, vas, gantungan, hiasan dinding, hiasan meja, dan lainnya. Kalau Anda ingin membawa oleh-oleh dari batam, toko Sinar Bulan bisa menjadi salah satu alternatifnya. Jangan sampai salah tempat, ada dua nama sinar bulan. Yang satu adalah hotel Sinar Bulan yang juga dimiliki orang yang sama.

Salah satu oleh-oleh yang banyak diburu oleh turis lokal dari Jakarta adalah parfum dan tas. Batam memang terkenal dengan parfum original harga murah. Saya sendiri kurang mengerti masalah parfum tapi tamu saya sering minta diajak untuk mencari parfum. Ngak tanggung-tanggung, beda harga bisa mencapai Rp. 300,000~ Rp. 500,000.- untuk perfume mahal. Beberapa toko yang saya ingat Virina berlokasi di samping hotel Goodway, Sarinah dipertokoan Nagoya. Kalau kita berjalan kaki di daerah Nagoya, dua diantara sepuluh toko pasti menjual parfum dan tas.

Nagoya Hill merupakan mall teramai dibatam baru diresmikan tahun 2006, terletak di pusat kota Nogoya. Mall ini difasilitasi bioskop21, Foodcourt yang besar bergaya citiwalk dengan aneka restoran seperti KFC, Seafood, Ayam Penyet, Fisherman, Ayam Goreng Fatmawati, Mok Toast, My Noodle, A&W, Solaria, Godiva coffee dan banyak lagi. Beberapa tenant yang membuat Nagoya Hill ramai diantarannya Matahari, Hypermart, Bioskop 21 dan Ace Hardware.

  • Parkir : luas. Waspada kalau malam minggu selalu penuh
  • Spesialisasi : Shopping, Food.
  • Kebersihan : 8.5
  • Tenant : 95% terisi
  • Suasana : 9.0
  • Total Penilaian : 9.0

Perihal meityfarida
I am a teacher

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: