KINEMATIKA

Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus. Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama.

        

Pengelompokkan Gerak Lurus

Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       s = jarak tempuh (m)

       v = kecepatan (m/s)

       t = waktu (s)

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Akibat adanya percepatan rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan kuadratik.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       v0 = kecepatan mula-mula (m/s)

       a = percepatan (m/s2)

       t = waktu (s)

       s = Jarak tempuh/perpindahan (m)

KINEMATIKA GERAK LURUS

Kinematika adalah: Cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak, tanpa

mempertimbangkan penyebab gerakan tersebut.

2.1. Jarak dan perpindahan
Jarak adalah panjang keseluruhan lintasan yang ditempuh, dan jarak merupakan besaran scalar
Perpindahan adalah perubahan posisi sebuah benda dari titik awal ke titik akhir, perpindahan merupakan besaran vector.

2.2. Kelajuan dan kecepatan

Perbedaan antara kelajuan dengan kecepatan

2.2.1. Kelajuan

Kelajuan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan jarak terhadap perubahan

waktu. Jadi kelajuan identik dengan besaran scalar. Sehingga waktu menyelesaikan soal, tidak perlu

memperhatikan arahnya, cukup jarak yang ditempuh.

Rumus umum :

Kelajuan = jarak yang ditempuh setiap waktu

v= S/t

2.2.2. Kecepatan

Kecepatan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan kedudukan benda

(perpindahan) terhadap perubahan waktu. Jadi, kecepatan identik dengan besaran vector, karena

mempunyai arah

Rumus Umum

Kecepatan  v = ∆S/t

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t 2 = waktu tempuh akhir (detik)(secon)

t1 = waktu tempuh awal(detik)(secon)

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t2 = waktu tempuh akhir (detik)

t1 = waktu tempuh awal(detik)

Kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat

Perbedaan mendasar antara kecepatan rata-rata dengan kecepatan sesaat terletak pada
pepindahan yang terjadi. Kecepatan rata-rata berarti ada dua buah posisi benda yaitu awal dan akhir,
demikian juga dengan waktunya.

Sedangkan pada kecepatan sesaat terjadi untuk saat yang saat singkat dengan perubahan posisi

yang tidak terlalu signifikan, sehingga dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus diferensial.

2.2.3. Percepatan

Definisi dari percepatan adalah gerakan sebuah benda yang mengalami perubahan kecepatan.

Perubahan kecepatan yang terjadi bisa di percepat atau juga diperlambat.

Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan setiap waktu

Percepatan sesaat adalah turunan kedua dari persamaan

2.3 Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan

kecepatan tetap, artinya menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.

Contoh : jika dikatakan sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 80 km/jam ke utara.

Penyelesaian masalah dengan gerak lurus beraturan adalah dengan rumus percepatan umum

Dengan:
a. = Percepatan (m/s2)
Vt =kecepatan setelah t detik (m/det)
V0= kecepatan awal (m/det)
tt = waktu akhir (det)
t0 = waktu awal ( det)

Sama seperti kecepatan sesaat, maka

percepatan sesaat juga dapat diselesaikan dengan metode diferensial

Kinematika Gerak Melingkar

Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkan-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran [1].

Besaran gerak melingkar

Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah , dan atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan , dan .

Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus Gerak melingkar
Besaran Satuan (SI) Besaran Satuan (SI)
poisisi m sudut rad
kecepatan m/s kecepatan sudut rad/s
percepatan m/s2 percepatan sudut rad/s2
perioda s
radius m

Turunan dan integral

Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.

Hubungan antar besaran sudut dan tangensial

Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui khusus untuk komponen tangensial, yaitu

Perhatikan bahwa di sini digunakan yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu

untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.

Jenis gerak melingkar

Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya , yaitu:

       gerak melingkar beraturan, dan

       gerak melingkar berubah beraturan.

Gerak melingkar beraturan

Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial dengan jari-jari lintasan

Arah kecepatan linier dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial . Tetapnya nilai kecepatan akibat konsekuensi dar tetapnya nilai . Selain itu terdapat pula percepatan radial yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.

Bila adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran , maka dapat pula dituliskan

Kinematika gerak melingkar beraturan adalah

dengan adalah sudut yang dilalui pada suatu saat , adalah sudut mula-mula dan adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).

Gerak melingkar berubah beraturan

Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial (yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial ).

Kinematika GMBB adalah

dengan adalah percepatan sudut yang bernilai tetap dan adalah kecepatan sudut mula-mula.

Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus. Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama.

        

Pengelompokkan Gerak Lurus

Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       s = jarak tempuh (m)

       v = kecepatan (m/s)

       t = waktu (s)

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Akibat adanya percepatan rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan kuadratik.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       v0 = kecepatan mula-mula (m/s)

       a = percepatan (m/s2)

       t = waktu (s)

       s = Jarak tempuh/perpindahan (m)

KINEMATIKA GERAK LURUS

Kinematika adalah: Cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak, tanpa

mempertimbangkan penyebab gerakan tersebut.

2.1. Jarak dan perpindahan
Jarak adalah panjang keseluruhan lintasan yang ditempuh, dan jarak merupakan besaran scalar
Perpindahan adalah perubahan posisi sebuah benda dari titik awal ke titik akhir, perpindahan merupakan besaran vector.

2.2. Kelajuan dan kecepatan

Perbedaan antara kelajuan dengan kecepatan

2.2.1. Kelajuan

Kelajuan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan jarak terhadap perubahan

waktu. Jadi kelajuan identik dengan besaran scalar. Sehingga waktu menyelesaikan soal, tidak perlu

memperhatikan arahnya, cukup jarak yang ditempuh.

Rumus umum :

Kelajuan = jarak yang ditempuh setiap waktu

v= S/t

2.2.2. Kecepatan

Kecepatan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan kedudukan benda

(perpindahan) terhadap perubahan waktu. Jadi, kecepatan identik dengan besaran vector, karena

mempunyai arah

Rumus Umum

Kecepatan  v = ∆S/t

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t 2 = waktu tempuh akhir (detik)(secon)

t1 = waktu tempuh awal(detik)(secon)

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t2 = waktu tempuh akhir (detik)

t1 = waktu tempuh awal(detik)

Kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat

Perbedaan mendasar antara kecepatan rata-rata dengan kecepatan sesaat terletak pada
pepindahan yang terjadi. Kecepatan rata-rata berarti ada dua buah posisi benda yaitu awal dan akhir,
demikian juga dengan waktunya.

Sedangkan pada kecepatan sesaat terjadi untuk saat yang saat singkat dengan perubahan posisi

yang tidak terlalu signifikan, sehingga dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus diferensial.

2.2.3. Percepatan

Definisi dari percepatan adalah gerakan sebuah benda yang mengalami perubahan kecepatan.

Perubahan kecepatan yang terjadi bisa di percepat atau juga diperlambat.

Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan setiap waktu

Percepatan sesaat adalah turunan kedua dari persamaan

2.3 Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan

kecepatan tetap, artinya menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.

Contoh : jika dikatakan sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 80 km/jam ke utara.

Penyelesaian masalah dengan gerak lurus beraturan adalah dengan rumus percepatan umum

Dengan:
a. = Percepatan (m/s2)
Vt =kecepatan setelah t detik (m/det)
V0= kecepatan awal (m/det)
tt = waktu akhir (det)
t0 = waktu awal ( det)

Sama seperti kecepatan sesaat, maka

percepatan sesaat juga dapat diselesaikan dengan metode diferensial

Kinematika Gerak Melingkar

Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkan-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran [1].

Besaran gerak melingkar

Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah , dan atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan , dan .

Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus Gerak melingkar
Besaran Satuan (SI) Besaran Satuan (SI)
posisi m sudut rad
kecepatan m/s kecepatan sudut rad/s
percepatan m/s2 percepatan sudut rad/s2
perioda s
radius m

Turunan dan integral

Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.

Hubungan antar besaran sudut dan tangensial

Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui khusus untuk komponen tangensial, yaitu

Perhatikan bahwa di sini digunakan yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu

untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.

Jenis gerak melingkar

Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya , yaitu:

       gerak melingkar beraturan, dan

       gerak melingkar berubah beraturan.

Arah kecepatan linier dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial . Tetapnya nilai kecepatan akibat konsekuensi dar tetapnya nilai . Selain itu terdapat pula percepatan radial yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.

 

Bila adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran , maka dapat pula dituliskan

Kinematika gerak melingkar beraturan adalah

 Gerak yang lintasannya melingkar dengan  kecepatan sudut (yang tetap nilainya).

Gerak melingkar berubah beraturan

Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial (yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial ).

 Kinematika GMBB adalah

 Gerak yang lintasannya berupa lingkaran dengan  percepatan sudut yang bernilai tetap .

Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus. Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama.

        

Pengelompokkan Gerak Lurus

Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       s = jarak tempuh (m)

       v = kecepatan (m/s)

       t = waktu (s)

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Akibat adanya percepatan rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan kuadratik.

dengan arti dan satuan dalam SI:

       v0 = kecepatan mula-mula (m/s)

       a = percepatan (m/s2)

       t = waktu (s)

       s = Jarak tempuh/perpindahan (m)

KINEMATIKA GERAK LURUS

Kinematika adalah: Cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak, tanpa

mempertimbangkan penyebab gerakan tersebut.

2.1. Jarak dan perpindahan
Jarak adalah panjang keseluruhan lintasan yang ditempuh, dan jarak merupakan besaran scalar
Perpindahan adalah perubahan posisi sebuah benda dari titik awal ke titik akhir, perpindahan merupakan besaran vector.

2.2. Kelajuan dan kecepatan

Perbedaan antara kelajuan dengan kecepatan

2.2.1. Kelajuan

Kelajuan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan jarak terhadap perubahan

waktu. Jadi kelajuan identik dengan besaran scalar. Sehingga waktu menyelesaikan soal, tidak perlu

memperhatikan arahnya, cukup jarak yang ditempuh.

Rumus umum :

Kelajuan = jarak yang ditempuh setiap waktu

v= S/t

2.2.2. Kecepatan

Kecepatan didefinisikan sebagai cepat lambatnya perubahan kedudukan benda

(perpindahan) terhadap perubahan waktu. Jadi, kecepatan identik dengan besaran vector, karena

mempunyai arah

Rumus Umum

Kecepatan  v = ∆S/t

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t 2 = waktu tempuh akhir (detik)(secon)

t1 = waktu tempuh awal(detik)(secon)

Dengan
V= kelajuan ( m/s)
S = Jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (detik)(secon)

Dengan
V = kecepatan ( m/s)
S2 = posisi yang ditempuh akhir (m)
S1 = posisi awal (m)
t2 = waktu tempuh akhir (detik)

t1 = waktu tempuh awal(detik)

Kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat

Perbedaan mendasar antara kecepatan rata-rata dengan kecepatan sesaat terletak pada
pepindahan yang terjadi. Kecepatan rata-rata berarti ada dua buah posisi benda yaitu awal dan akhir,
demikian juga dengan waktunya.

Sedangkan pada kecepatan sesaat terjadi untuk saat yang saat singkat dengan perubahan posisi

yang tidak terlalu signifikan, sehingga dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus diferensial.

2.2.3. Percepatan

Definisi dari percepatan adalah gerakan sebuah benda yang mengalami perubahan kecepatan.

Perubahan kecepatan yang terjadi bisa di percepat atau juga diperlambat.

Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan setiap waktu

Percepatan sesaat adalah turunan kedua dari persamaan

2.3 Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan

kecepatan tetap, artinya menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.

Contoh : jika dikatakan sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 80 km/jam ke utara.

Penyelesaian masalah dengan gerak lurus beraturan adalah dengan rumus percepatan umum

Dengan:
a. = Percepatan (m/s2)
Vt =kecepatan setelah t detik (m/det)
V0= kecepatan awal (m/det)
tt = waktu akhir (det)
t0 = waktu awal ( det)

Sama seperti kecepatan sesaat, maka

percepatan sesaat juga dapat diselesaikan dengan metode diferensial

Kinematika Gerak Melingkar

Gerak Melingkar adalah gerak suatu benda yang membentuk lintasan berupa lingkaran mengelilingi suatu titik tetap. Agar suatu benda dapat bergerak melingkar ia membutuhkan adanya gaya yang selalu membelokkan-nya menuju pusat lintasan lingkaran. Gaya ini dinamakan gaya sentripetal. Suatu gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan, mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah, yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran [1].

Besaran gerak melingkar

Besaran-besaran yang mendeskripsikan suatu gerak melingkar adalah , dan atau berturur-turut berarti sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Besaran-besaran ini bila dianalogikan dengan gerak linier setara dengan posisi, kecepatan dan percepatan atau dilambangkan berturut-turut dengan , dan .

Besaran gerak lurus dan melingkar
Gerak lurus Gerak melingkar
Besaran Satuan (SI) Besaran Satuan (SI)
poisisi m sudut rad
kecepatan m/s kecepatan sudut rad/s
percepatan m/s2 percepatan sudut rad/s2
perioda s
radius m

Turunan dan integral

Seperti halnya kembarannya dalam gerak linier, besaran-besaran gerak melingkar pun memiliki hubungan satu sama lain melalui proses integrasi dan diferensiasi.

Hubungan antar besaran sudut dan tangensial

Antara besaran gerak linier dan melingkar terdapat suatu hubungan melalui khusus untuk komponen tangensial, yaitu

Perhatikan bahwa di sini digunakan yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh atau tali busur yang telah dilewati dalam suatu selang waktu dan bukan hanya posisi pada suatu saat, yaitu

untuk suatu selang waktu kecil atau sudut yang sempit.

Jenis gerak melingkar

Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan sudutnya , yaitu:

       gerak melingkar beraturan, dan

       gerak melingkar berubah beraturan.

Gerak melingkar beraturan

Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan sudut tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial dengan jari-jari lintasan

Arah kecepatan linier dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial . Tetapnya nilai kecepatan akibat konsekuensi dar tetapnya nilai . Selain itu terdapat pula percepatan radial yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.

Bila adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam lintasan lingkaran , maka dapat pula dituliskan

Kinematika gerak melingkar beraturan adalah

dengan adalah sudut yang dilalui pada suatu saat , adalah sudut mula-mula dan adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).

Gerak melingkar berubah beraturan

Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial (yang dalam hal ini sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan tangensial ).

Kinematika GMBB adalah

dengan adalah percepatan sudut yang bernilai tetap dan adalah kecepatan sudut mula-mula.

Perihal meityfarida
I am a teacher

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: